Kamis, 01 Februari 2018

Maba?



Bagaimana kabar kalian kawan? Kuharap kalian sehat selalu ya. Kali ini aku sebagai tangan kanan dari Pancarobaku ingin membahas tentang bagaimana rasanya menjadi seorang maba. Maba itu apa? Mahasiswa Baru kawan, bukan game analog itu yee. Maba kok analog.

Oh ya, sebelum masuk lebih jauh aku ingin memperjelas bahwa tulisan ini berisi pandanganku secara pribadi tentang fenomena permabaan yang pernah kualami. Jika kamu mencari informasi yang jelas tentang apa itu maba dan segala seluk beluknya, kamu tak akan mendapatkannya di sini. Kamu sudah sukses untuk tersesat kawan. Ini hanya catatan kosongku yang sangat mungkin untuk tidak kamu butuhkan. Jadi, kalemin saja ya. Selamat menikmati!

Bagi kalian yang anak SMA, tentunya jika sudah lulus ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakan? karena memang diorientasikannya seperti itu. Kalau lulusan SMK tentu sudah ada keahlian tertentu untuk turun ke dunia kerja. Lah SMA? kalau bukan jadi admin ya jadi guru les.

Walaupun terkadang kenyataan berbeda dengan impian, jalani saja. Ambil hikmanya, ambil ceritanya. Aku pun pernah merasakannya kok kawan. Lulus tahun 2016 dan baru bisa kuliah di 2017. Jika mungkin sudut pandangku berbeda dari kalian, kritik dan makianmu sungguh kunantikan. Nanti kita bisa bertukar pikiran. Oke? Langsung ke pembahasan.

Maba. Kuliah.
Kuliah = Inget FTV

Sebelum lebih jauh, saya ingin berpendapat bahwa alur cerita yang disajikan FTV itu sungguh omong kosong. Menampilkan seorang remaja tanggung yang kuliah di luar kota dan kerjaannya seakan hanya jalan-jalan ketemu cewe atau cowo cakep terus nabrak dia deh, bukunya kan jatoh tuh pasti dan sang tokoh cuma modal pungutin buku itu dan tak selang berapa lama mereka lantas jadian?  Fix banget itu omong kosong. Bagusan cerita One Piece atau Gundala Putera Petir yakan?

Fakta pertama, ketika kamu tabrak tuh cewe atau cowo yang kamu suka, ada beberapa kemungkinan yang bakal kamu dapatkan. Pertama, kamu akan dianggap sebagai seorang mesum yang sedang mengincar buruannya, bisa juga dikira copet, atau mungkin diberi pisuhan seketika itu juga. Perlu diingat, romantisme saat ini nampaknya sudah mulai memudar, bung. 

Hanya menyisakan rasa curiga dan prasangka. Pemulung lewat depan rumah saja pikirannya kemana mana. Apalagi ada orang yang nggak dikenal main nubruk nubruk aja yakan? Dibawa ke polisi repot malah.

Di berbagai sinetron maupun film yang ada banyak menampilkan bahwa ketika kamu jadi anak kuliahan, tampilan kau sangat necis. Sungguh itu semua hanya berlaku 10% saja dari kenyataan yang ada.

Ngurusin berkas saat kamu baru mau masuk kuliah, pendaftaran, pergi sana sini, mengantre untuk dapat bagian tes masuk, itu semua cukup membuat rupamu hitam pekat. Kecuali kamu anak saudagar kaya yang punya mobil dan kemana mana pakai sunblock atau membawa payung. Perjuangan itu penting. 

Malah kalau prinsipku, ketika kamu remaja masih putih bersih, polos menawan dan badan tak ada debu sama sekali, teramat nista masa mudamu. Dolanmu kurang adoh. Ini awal untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia yang sebenarnya, bukan ajang gengsi dan bermanja-ria. Ya, walau tak bisa pula kukatakan bahwa kebersihan itu menandakan suatu kemanjaan ya.

Belum lagi kemana mana bawa tas segede gaban, isinya berkas dan beberapa hal persyaratan yang harus dipenuhi. Pakaian tentunya harus sopan, bahkan ada beberapa kampus yang menerapkan memakai hitam putih selama beberapa bulan bahkan beberapa semester. 

Yakin tuh necis? Paling juga jadi ledekan kating " Dari nol ya mas? "
atau " Selamat datang di Bulanmaret ".

Tidak perlu berkespektasi jauh jauh bung, mantapkan niat untuk belajar. Karena ketika jadi maba memang kau sedang diuji. Kuat atau tidak menyusuaikan diri. Baru saja awal yakan? apalagi tingkat akhir? masih level 1 ini mah. Nyerah di level 1? Ngga usah di download sekalian bosku. Percuma.



Maba = Kangen
Kangen = Jauh


Adaptasi. Rindu.
Buat kalian yang dari luarkota tentu bakal nemuin banyak hal baru waktu kuliah. Kost, kontrakan, cuaca, lingkungan, burjo, warteg, teman baru, maupun banyak hal lainnya. Ada kalanya kita bakal nemuin yang namanya Homesick (Pengin bali). Sungguh itu bisa diatasi jika kita tidak gabut dan tidak ada waktu luang sedikitpun untuk melamun. 

Ketika gabut, pikiran kita melayang layang, tak jarang bahkan memikirkan hal yang "upnormal" untuk jadi alibi kita agar bisa pulang. 

Ditambah lagi sulit adaptasi lah, lingkungan kampus yang apatis lah, banyak mahasiswa lain yang beda budaya lah, ga ada temen seperjuangan dari kampung lah, duit ongkos buat makan tinggal tipis lah, abis putus sama gebetan yang sama sekali belum jadian lah, dan masih banyak lagi.

Tapi ketika kita sibuk, pasti itu semua bakal terkubur begitu saja. Bahkan untuk menghubungi keluarga di rumah pun sering terlewat. Aku ingat perkataan Mas Niko.

" Cukup Rul, percayakan saja yang di rumah sama yang ada di rumah. Ada yang Maha Menjaga kok. Lagian untuk apa kita bahagia kalau orang lain nggak bahagia? 

Kalau kamu balik kamu bahagia. Tapi belum tentu orang lain juga bahagia, bisa jadi mereka ingin kamu balik tapi nanti kalau kamu sudah sukses dengan pencapaian yang kamu peroleh. Lah kalo balik sekarang, apa yang mau kamu kasih?"

Menujam keras masuk ke hati yakan? Masa iya mau ngasih bon utang makan di warteg? Itu merupakan sebuah pencapaian yang sangat memalukan. Lantas, ketika ingin balik pasti kuteringat kata-kata itu. Siapa tahu kau membutuhkannya kawan.

Jadi pada intinya, banyak drama ketika kamu menjadi maba. Lebih unik daripada FTV yang sangat monoton dan hanya mengedepankan cinlok saja. Tak mendidik. Di dunia nyata, kau dapat menemui nikmatnya menanak nasi. Indahnya rasa canggung ke bapak kost saat nunggak uang bulanan. 

Bergairahnya mencari warung termurah yang bisa dijadikan tempat langganan, dan sok kenal sama beberapa orang yang siapa tahu akan menjadi partner hidupmu di masa depan. Jadi maba ga secemen itu lur. Nikmatin. Jalanin. Jangan kalah sebelum perang. Ingat!

"Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Temukan jalan ninjamu!"
-Bangkitekop

Ku tunggu pengalamanmu ketika menjadi maba kawan. Perjuangkan apa yang kau yakini. Semangat!

Sukses selalu, sehat selalu. Tunggu Cerita Pancarobaku berikutnya yaak 😊

11 komentar

  1. Mantap, sukses!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kunjungannya 😊
      Bila ingin saya kunjungi balik, silahkan tinggalkan link kawan. Sukses selalu.

      Hapus
  2. koe ndue blog to rul

    BalasHapus
  3. Ndue bro hoho. nembe gawe meneh. mbok yo nek komen dijenengi toh. dadi ketok sopo ngono haha

    BalasHapus
  4. Share kegiatan di smt pertama dong kak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orientasi, Makan, Tidur, Kuliah, Ibadah, Jalan, gitu terus sampe kampung durian runtuh pindah ke bikini bottom 😊
      Makasih req dan kunjungannya kakak. Kayanya nanti pancarobaku bakal share kegiatannya sama admin yang bakal jadi maba 2018 deh. Biar dapet feelnya. Ditunggu ya 😊

      Hapus
    2. Ooh begitu.. saran dari aku ya kak.. coba deh share apa aja yg dipelajari kakak di smt 1, mungkin mereka yg mau ambil hukum bisa terbantu ^^

      Hapus
    3. Wahhh makasih ya kak sarannya. mungkin akan kami coba di postingan berikutnya. Oh ya, kok tau ya kak saya ambil hukum?

      Hapus
    4. Hehe.. iya.. denger" aja

      Hapus
  5. Hahaa,tulisan yang menarik. Enak dibaca
    Kutunggu masa2 seperti ituuu
    Sukses selalu untuk penulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak sudah mampir. Aamiin. Sukses selalu juga kak! 😊

      Hapus


EmoticonEmoticon