Simpang Lima, Liburan ke Semarang Belum Afdol Kalau Belum ke Sini

Simpang Lima. Warga Semarang pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat tersebut. Bagi para pelancong dan pendatang baru, belum afdol rasanya kalau belum melewati dan mampir di Simpang Lima. Salah satu tempat yang menjadi icon Semarang ini terletak di Jl. Simpang Lima, Pleburan, Semarang Selatan.



Kenapa kok, dinamakan Simpang Lima? Menurut Wikipedia, lapangan Simpang Lima adalah pertemuan dari lima jalan yaitu Jl. Pahlawan, Jl. Pandanaran, Jl. Ahmad Yani, Jl. Gajah Mada, dan Jl Ahmad Dahlan. Untuk akses menuju Simpang Lima bisa menggunakan kendaraan pribadi, BRT, taxi, Go-car, atau ojek online. Tidak ada tiket masuk sama sekali, karena Simpang Lima kan, lapangan. Paling hanya tiket parkir.

Waktu yang paling enak untuk menikmati suasana Simpang Lima adalah malam hari. Gemerlap oleh lampu-lampu pertokoan, gedung mall, dan kendaraan yang berlalu-lalang akan memacu semangat dan mengembalikan mood yang sempat hilang oleh penatnya jadwal kerja atau kuliah. Jalan kaki menyusuri sekeliling Simpang Lima di malam hari akan lebih terasa nikmat ditambah angin sepoi-sepoi. Bisa juga mencoba menyewa sepeda hias, dengan kisaran 35 – 40 ribu sudah bisa menikmati asyiknya berkeliling jalan di sekitar luar area lapangan bersama teman, pacar, keluarga, gebetan, atau pasangan. Dan bila capek bisa duduk santai ditemani camilan di tengah lapangan sambil menikmati live music (bila ada), atau mengunjungi restoran dan toko makanan di sekitar Simpang Lima. Cocok juga bila ingin wisata kuliner ala-ala makanan pinggir jalan. Terakhir, jangan lupa untuk berfoto di depan giant letter Simpang Lima yang menyala putih terang sepanjang malam dan foto bersama sepeda hias dengan lampu yang bergemerlap indah.




Tiap Minggu pagi, di Simpang Lima juga diadakan Car Free Day. Waktunya jalan-jalan sehat dan bersepeda bersama orang-orang di akhir pekan. Pada hari itu tidak ada polusi karena kendaraan dilarang melintasi jalan di sekitar Simpang Lima, sehingga udara yang segar dan bersih bisa membuat badan dan pikiran segar kembali.

Namun, ada beberapa hal yang membuat suasana Simpang Lima agaknya kurang nyaman. Pertama, bau menyengat di belakang dan di dekat giant letter Simpang Lima benar-benar tak sedap. Saya sempat heran, bagaimana bisa ada bau tak sedap seperti itu di tempat umum yang notabene adalah objek wisata landmark Semarang. Sepertinya pihak kebersihan dan pengawasan kurang mengontrol hal itu. Lalu kedua, pegamen. Sebetulnya tidak jadi masalah karena mereka pun berusaha menghidupi diri. Namun, ya, tetap saja agaknya kurang nyaman kalau dalam setengah jam ada lima pengamen yang menghampiri di tengah keasyikan bercengrama. Hitung-hitung bisa untuk amal dan membantu sesama.

simpang lima semarang

Selain pertokoan dan mall, ada beberapa objek wisata yang dekat Simpang Lima, yaitu Masjid Raya Baiturrahman, Rumah Tua Mr. Fletterman, Lollipop Playland, Taman Menteri Supeno, Lawang Sewu, Tugu Muda, dan Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari.

Oh, iya, jangan lupa untuk mengunci stang motor demi keamanan, meski tempat parkir di Masjd Raya Baiturrahman ada satpamnya. Lalu jangan lupa juga untuk selalu melindungi dompet atau tas yang berisi barang-barang penting. Karena kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Selamat berlibur dan menikmati indahnya sebagaian kecil dari Kota Semarang di Simpang Lima.

---
sumber foto: dokumen pribadi
Simpang Lima, Liburan ke Semarang Belum Afdol Kalau Belum ke Sini Simpang Lima, Liburan ke Semarang Belum Afdol Kalau Belum ke Sini Reviewed by Irma Chan on September 16, 2018 Rating: 5

2 comments:

Powered by Blogger.