Download Buku Konflik Bersejarah - A Bridge Too Far




Identitas Buku

Judul: Konflik Bersejarah - A Bridge Too Far
Penulis: Nino Oktorino
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Terbit: 2014
Jumlah hlm. ebook: 184 hlm.
Ukuran: 8,7 mb
Format: .pdf

Sepatah Kata

Setelah Normandia, serangan Sekutu yang paling spektakuler dalam Perang Dunia II adalah Operasi Market Garden. Rencana berani yang disusun oleh Marsekal Bernard L. 

Montgomery ini adalah menerjunkan tiga divisi lintas udara Sekutu di belakang garis pertahanan Jerman, yang menurut rencana akan diperkuat oleh pasukan lapis baja yang akan menerobos garis depan pertahanan lawan sebuah operasi berisiko tinggi bagi semua unit yang terlibat. 

Bahaya itu sangat besar, terutama bagi Divisi Lintas Udara ke-1 Inggris, yang diterjunkan di Arnhem, 183 km di belakang garis pertahanan Jerman, karena nasib mereka sangat bergantung pada keberhasilan pasukan yang lain. 

Jika sekutu Amerika mereka, yang diterjunkan lebih ke selatan, gagal merebut satu pun jembatan maka seluruh divisi Inggris itu kemungkinan besar akan terpotong dari rekan-rekannya dan ditangkap atau dihancurkan lawan. 

Bahkan penundaan kedatangan pasukan darat juga akan menimbulkan hasil serupa karena, sekalipun pasukan lintas udara terlatih dengan sangat baik, mereka kekurangan senjata pendukung dasar bagi sebuah unit infanteri, seperti tank dan artileri berat, sehingga tidak bisa diharapkan dapat bertahan lama menghadapi musuh yang memiliki banyak perlengkapan seperti itu.





Silakan Download Buku Gratisnya DI SINI




Download ebook gratis dan selamat menikmati kawan. Ini hanyalah review, belilah buku aslinya dan nikmati karya penulisnya dengan cerdas. Semoga dunia literasi serta minat baca di negeri kita senantiasa meningkat dan membaca akan menjadi hobi populer yang diminati semua kalangan suatu saat nanti. Salam literasi!



---
sumber gambar: https://scoopadm.apps-foundry.com/ebook-covers/16655/big_covers/ID_EMK2014MTH09KBABTFNPLIDA_B.jpg

0 Response to "Download Buku Konflik Bersejarah - A Bridge Too Far"