Wednesday, 9 January 2019

Resensi Novel Akisyoshi Rikako - Girls in the Dark




Identitas Buku

Judul Resensi: Kegelapan di Balik Panggung Sandiwara 
Judul Buku: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Terbit: Agustus 2015
Penerjemah: Andry Setiawan
Tebal: 276 hlm: 13 x 14 cm
ISBN: 978-602-7742-31-4
Jenis Buku: Fiksi
Harga: Rp 56.000,-

Ulasan

“Kalau kau ingin menggerakkan seseorang sesuai dengan kehendakmu, genggamlah rahasianya....” – hal. 237

Akiyoshi Rikako merupakan penulis asal Jepang. Namanya terkenal di kalangan books lover Indonesia setelah novel Girls in the Dark di terbitkan dalam versi Indonesia oleh Penerbit Haru. Itu adalah pertama kalinya novel Akiyoshi hadir dalam versi bahasa Indonesia. 

Dikutip dari website Penerbit Haru, Akiyoshi Rikako merupakan alumni Universitas Waseda, Fakultas Sastra. Ia pun mendapat gelar master dalam bidang layar lebar dan televisi dari Universitas Loloya, Marymount, Los Angeles. Pada tahun 2008, cerpennya yang berjudul 'Yuki no Hana' mendapatkan penghargaan Sastra Yahoo! JAPAN yang ketiga. Setahun kemudian ia debut dengan kumpulan cerpen berjudul 'Yuki no Hana'.

Kini novel-novelnya yang sudah dapat dinikmati oleh pembaca Indonesia di antaranya yaitu: Girls in the Dark (2015), The Dead Returns (2015), Holy Mother (2016), Scheduled Suicide Day (2017), Silence (2017), Absolute Justice (2018), dan Giselle yang akan terbit di tahun ini.

Novel ini dapat dikategorikan sebagai novel misteri dan semi-thriller. Mengisahkan tentang pengungkapan kematian Shiraishi Itsumi, ketua Klub Sastra di SMA Putri Santa Maria. Beberapa hari lalu, Itsumi ditemukan tewas di kebun sekolah dengan menggenggam sekuntum bunga lily. 

Untuk mengenang kematian Itsumi, para anggota klub mengadakan pertemuan di malam hari, yang disebut yami nabe, yang dipimpin oleh Sumikawa Sayuri. Di pertemuan itu, dibacakan pula sebuah cerita tentang kematian Itsumi versi masing-masing anggota untuk mengungkap siapa dan bagaimana Itsumi mati. 

Dan di pertemuan itu lah, nasib para anggota klub berubah keesokan harinya. Pada tahun 2017, novel ini mendapat adaptasi film dengan judul yang sama, kini Sobat bisa menontonnya di beberapa situs download film.

Penyajian kisah dalam novel ini unik. Sebenarnya setting cerita di novel ini hanya terjadi pada satu waktu dan tempat, yaitu malam hari di ruang klub sastra. Yang menjadi terasa berbeda adalah karena cerita yang dibawakan oleh masing-masing anggota klub menjadi bab dan kisah baru yang segar. 

Pembaca akan merasakan nuansa mewah dan gaya gotik yang kental di sepanjang cerita, karena pengaruh kekuasaan Itsumi. Penokohan dalam novel ini pun cukup kuat dan tidak terduga: protagonis yang tiba-tiba menjadi antagonis, para figuran juga berperan penting mendukung dan menghidupkan suasana Itsumi si tokoh utama. Dan bagi pecinta cerita dengan plot twist, novel ini bisa masuk dalam list.

Untuk ending mungkin akan membingungkan bila tidak benar-benar dibaca dan dipahami, antara Itsumi sudah mati atau belum. Menurut mimin, alurnya cukup lambat dan monoton untuk sampai klimaks, mungkin karena diawali oleh pembacaan cerita dari anggota klub. 

Dan sebetulnya kunci kematian Itsumi bukan pada cerita-cerita yang dibawakan anggota klub, ada cerita lagi yang menungkapkan kematian Itsumi dan kemudian menjadi penutup novel ini.

Secara keseluruhan, novel ini patut untuk dimasukan list bacaan di akhir pekan. Namun karena novel ini terbit sudah lama, keberadaannya di toko buku dan online shop mungkin sudah tidak banyak ditemukan. 

Namun, Sobat bisa menanyakannya langsung ke Penerbit Haru karena biasanya masih disisakan di gudang penerbit.

Sekian resensi novel Girls in the Dark karya Akiyoshi Rikako. Mohon maaf bila ada kesalahan, terima kasih sudah mampir. Nantikan resensi buku berikutnya.

No comments:

Post a Comment