_____

Friday, 18 January 2019

Resensi Novel Akiyoshi Rikako - The Dead Return



Identitas Novel

Judul Resensi: Hidup yang Tertukar
Judul Buku: The Dead Returns
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Penerbit: Haru
Terbit: Agustus 2015
Tebal: 252 hlm; 19 cm
ISBN: 978- 602-7742-57-4
Jenis Buku: Fiksi
Harga: Rp 58.000,-

Ulasan

Harga: “Saat merasa bahwa aku semakin dekat dengan penjahatnya, saat itulah aku harus lebih tenang dan tidak buru-buru; harus berjalan dengan hati-hati.” – hal. 159

Mengutip dari Resensi Girls in the Dark, Akiyoshi Rikako merupakan penulis asal Jepang. Namanya terkenal di kalangan books lover Indonesia setelah novel Girls in the Dark di terbitkan dalam versi Indonesia oleh Penerbit Haru. 

Itu adalah pertama kalinya novel Akiyoshi hadir dalam versi bahasa Indonesia. Dikutip dari website Penerbit Haru, Akiyoshi Rikako merupakan alumni Universitas Waseda, Fakultas Sastra. Ia pun mendapat gelar master dalam bidang layar lebar dan televisi dari Universitas Loloya, Marymount, Los Angeles. 

Pada tahun 2008, cerpennya yang berjudul 'Yuki no Hana' mendapatkan penghargaan Sastra Yahoo! JAPAN yang ketiga. Setahun kemudian ia debut dengan kumpulan cerpen berjudul 'Yuki no Hana'.

Kini novel-novelnya yang sudah dapat dinikmati oleh pembaca Indonesia di antaranya yaitu: Girls in the Dark (2015), The Dead Returns (2015), Holy Mother (2016), Scheduled Suicide Day (2017), Silence (2017), Absolute Justice (2018), dan Giselle yang akan terbit di tahun ini.

Novel kedua Akiyoshi Rikako ini (lagi-lagi) ber-genre misteri. Mengambil latar adegan di SMA Higashi, Jepang, novel dengan bumbu fantasi dan slice of life ini mengisahkan Koyama Nobuo, salah satu murid laki-laki kelas 2-A dan merupakan seorang otaku kereta api, yang pada suatu malam didorong jatuh dari tebing oleh seseoang tak dikenal. 

Ia tidak mati, namun saat sadar, ia terkejut menemukan jiwanya telah berganti ke tubuh pemuda tampan yang kemudian diketahui bernama Takahashi Shinji, murid popular asal SMA Seiran. Lalu, dengan tubuh barunya itu, Koyama―yang kemudian hidup dengan nama Takahashi Shinji―bertekad mencari pelaku yang mendorong ia di tebing. Tersangkanya, teman sekelas. Total, 35 orang.

Untuk menyesuaikan diri dan melancarkan aksinya, Koyama memutuskan pindah sekolah dari SMA Seiran ke SMA Higashi. Dengan tubuh barunya, ia lebih leluasa untuk mencurigai dan diam-diam menyelidiki satu per satu teman sekelasnya. 

Mulai dari ketua kelas, teman dekatnya yang juga sesama otaku kereta api, teman jauhnya, wali kelas, sampai ibunya. Koyama nyaris putus asa dan tidak memercayai siapa pun saat mendapati semua orang yang ia curigai berpotensi sebagai pelaku yag mendorongnya di tebing.

Semua novel Akiyoshi Rikako yang telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Haru akrab dengan genre misteri atau semi-thriller. Ditilik dari teknik penulisan, novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu Koyama Nobuo. 

Alurnya maju, namun beberapa ada kilas balik ketika Koyama mengingat siapa sebenarnya gadis bernama Maruyama-san. Typo hampir jarang ditemui dan bahasa penerjemahannya pun tidak memusingkan, seperti novel terjemahan pada umumnya, meski mungkin para menikmat teenlit dengan gaya bahasa nyentrik akan kagok.

Menurut mimin pribadi, mimin lebih menikmati cara novel ini disajikan (seperti novel pada umumnya) daripada cara penyajian buku Akiyoshi yang pertama, Girls in the Dark. Meski terdapat unsur plot twist pada ending-nya, namun rasa-rasanya tidak se-jerky Girls in the Dark. 

Karena, yeah, memang beberapa pembaca pasti ada yang bisa menebaknya, termasuk mimin. Meski begitu, mengenai siapa Maruyama-san sebenarnya cukup membuat mimin melongo dan novel ini dapat direkomendasikan untuk bacaan akhir pekan bila ingin berganti suasana latar tempat: Jepang.

Sekian resensi novel Call From an Angel karya Guillaume Musso Mohon maaf bila ada kesalahan, terima kasih sudah mampir. Nantikan resensi buku berikutnya :) 

---
sumber gambar: dok. pribadi

No comments:

Post a Comment