Pancarobaku

Literasi Tak Akan Mati

Terima kasih atas 1.500.000 kunjungan darimu, sobat. Pancarobaku resmi kami tutup. Mari pindah mari berbenah. Kita buka lembaran baru di www.pustakaindo.com

Copyright © Pancarobaku | Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger
Design by WebSuccessAgency | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com

Visitor

Rabu, 19 Februari 2020

Cerita Anak - Belajar dari Seekor Gagak

Selamat pagi sobat Pancarobaku. Semoga kabar baik senantiasa menyertaimu ya. Kali ini kami ingin membahas mengenai sebuah cerita fabel yang mungkin sudah sering kamu dengarkan. Walaupun sudah sering kamu dengarkan, tiada salahnya jika kita sejenak bernostalgia dengan cerita dari Aesop. Siapakah Aesop ini?

Aesop (diucapkan Æsop, dari bahasa Yunani Αá¼´σωπος—Aisōpos) dikenal karena cerita-cerita fabel yang dianggap diciptakan olehnya. Berbagai macam kumpulan fabel dari Aesop masih kerap kali diajarkan sebagai pendidikan moral dan digunakan sebagai subyek dari berbagai macam hiburan, khususnya dalam drama anak-anak dan kartun.

Sering kali kita mengenal Aesop fabel sebagai kumpulan cerita dari berbagai macam sumber yang berasal dari pengarang yang hidup sebelum Aesop. Namun, Aesop sendiri dikatakan mengarang banyak cerita fabel yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari mulut ke mulut. Lantas, bagaimana dengan pendapatmu? Tanpa menunggu lama lagi, mari kita masuk ke dalam ceritanya saja ya kawan.



Pada suatu musim yang sangat kering, dimana saat itu burung pun sangat sulit mendapatkan air untuk diminum, seekor burung gagak menemukan sebuah kendi yang berisikan sedikit air. Namun sayang, kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang memiliki leher tinggi dan lubang yang sempit.

Burung gagak tersebut mencoba berbagai cara untuk meraih air yang berada dalam kendi, dia telah mencoba memasukkan paruhnya ke dalam kendi tersebut. Namun, gagak tersebut tetap tidak dapat mencapainya. Gagak ini pun berusaha menjatuhkan kendi tersebut, tetapi kendi ini sangatlah kokoh dan sulit untuk dijatuhkan. Bobot badan gagak tak mampu menggerakkan kendi untuk jatuh.

Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa. Karena dalam posisi yang tertekan, dia mencoba untuk menggunakan segala cara yang dia punya. Sejenak burung gagak itu pun terdiam saat melihat kerikil yang ada di samping kendi. Dia lalu mengambil kerikil tersebut, kemudian menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu. 

Setiap kali burung gagak itu memasukkan kerikil ke dalam kendi, permukaan air dalam kendipun berangsur-angsur naik dan bertambah tinggi. Lambat laun setelah kendi tersebut dipenuhi dengan kerikil yang dimasukkannya, gagak ini pun dapat meminum air yang ada dalam kendi tersebut. Haus yang dirasakan oleh gagak pun sirna dan dia melanjutkan perjalanannya.

Dalam hal ini kita dapat belajar dari gagak. Janganlah panik dalam keadaan genting sekalipun. Tetap tenang dan berusaha. Sedikit demi sedikit, usaha yang kita lakukan tentu akan membuahkan hasil. Selain itu, walaupun kita memiliki pengetahuan yang sedikit, namun siapa sangka pengetahuan tersebut malah bisa menolong kita disaat yang tepat.

Namun, dari cerita di atas ada sebuah pertanyaan yang terbesit dalam benak saya. Sampaikan di kolom komentar jika kamu bisa menjawab pertanyaan ini.

"Apa yang terjadi jika burung gagak tersebut tidak menemukan batu kerikil di sekitar kendi yang telah dia temukan?"

Saya akan sangat berterimakasih jika kamu mau menuangkan pikiranmu di kolom komentar. Saya yakin kalian semua memiliki jawaban yang tidak terduga. Jawaban terbaik dan terlogis akan saya beri hadiah berupa Pulsa sebesar Rp. 10.000,- . Walaupun tak seberapa, namun saya sangat senang jika kalian mau berinteraksi dengan saya di sini.

Demikian apa yang dapat kami sampaikan. Semoga menambah wawasanmu dan berguna untukmu. Terima kasih sudah berkunjung dan sampai jumpa di artikel berikutnya!

0 komentar

Posting Komentar