Pancarobaku

Literasi Tak Akan Mati

Terima kasih atas 1.500.000 kunjungan darimu, sobat. Pancarobaku resmi kami tutup. Mari pindah mari berbenah. Kita buka lembaran baru di www.pustakaindo.com

Copyright © Pancarobaku | Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger
Design by WebSuccessAgency | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com

Visitor

Sabtu, 07 Maret 2020

Cerita Anak - Keledai dan Garam Muatannya



Selamat dini hari sobat Pancarobaku. Kali ini kami ingin berbagi cerita anak kembali untukmu. Semoga kamu senantiasa dapat bernostalgia kembali dengan cerita yang kami sampaikan. Selamat menikmati!

Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut.

Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai.

Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.

Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, dimana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri.

Tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang kerumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.

Cara yang sama tidak cocok digunakan untuk segala situasi.

Demikian sedikit cerita anak yang dapat kami sampaikan. Semoga kita bisa mengambil pesan yang terkandung di dalamnya. Terima kasih sudah berkunjung dan sampai jumpa di cerita berikutnya!

0 komentar

Posting Komentar