Selasa, 24 Maret 2020

Setangkai Mawar Dini Hari



Bersama gitar ini kualunkan senandung bait tentang hitamnya dunia. Tak terasa lintasan waktu kian pudar dan terus membiru. Dini hari yang tak pernah kuinginkan sama sekali. Terkutuklah segala senyap yang menenangkan diri. Hinalah mereka yang lelap membatu ketika mawarku tumbuh tak kenal jemu. Durjana.

Mawarku kian meranum. Semerbak wanginya penuhi seluruh sudut kamar tidurku. Mawar terindah yang tak bisa kau dapatkan dimana pun juga. Mawarku yang merah. Mawarku yang manis.

Percayalah kawan, tak akan bisa kau ambil mawar ini dariku. Akarnya hanya akan tumbuh pada tiap petikan gitarku. Daunnya kian merekah saat terpapar rangkaian kata yang keluar dari mulutku.

Seperti mawar lain yang ada di dunia, mawarku kaya akan duri. Dia tak hanya memberi luka, namun kerap kali menyengat jika kau dekati. Mawarku yang manis. Mawarku yang indah.

Tepat pada hari ini. Saat dini hari tiba, entah mengapa mawarku kian mempesona. Saat dimana kesunyian membaur dengan kepahitan dan busuknya sebuah cita. Seakan bumi tengah terlelap dengan segala harapannya. Mawarku kian merona. Tumbuh subur oleh rangkaian sumpah serapah yang sarat akan keputusasaan. Mawarku tampak lebih indah dari biasanya.

Dini hari kali ini memanglah berbeda. Kepulan asap nampak beradu. Lengkingan nada kian mendaki. Dini hari sebelumnya tak pernah kutemui mawarku seperti ini. Apakah mungkin rangkaian kata yang terucap dan lengkingan nada yang bergema mempengaruhinya?

Mawarku berevolusi dengan segala elegi yang menyertainya. Rangkaian kata manis penuh harapan yang kupupuk tiap hari nampaknya tak cukup ampuh untuk membuatnya sesubur dan semerah ini. Merah kental yang tak pernah kulihat sebelumnya terpampang jelas di depan mataku. Begitu indahnya. Begitu manisnya.

Kuurungkan segala niat untuk memberikan mawar ini kepada siapapun. Termasuk kepada dia yang telah memberikan bibit mawar ini sekalipun. Dia yang telah memberikan secercah alasan kepadaku untuk merawat mawar ini sepanjang waktu. Sirnalah semua. Tak akan kuberikan padanya.

Cukuplah diriku yang menikmatinya. Mawar yang penuh dengan kebencian dan dibaluti duri keputusasaan. Mawar yang kuoles dengan alunan rasa sesal yang tiada satu orang pun dapat membayangkannya. Tak sudi kuberbagi atasnya.

Lagi pula, tak ada orang lain yang dapat merawatnya. Mawar itu akan menjadi sumber bencana yang dengan sekejap mata dapat merusak seluruh organ tubuhmu secara berkala. Matamu akan terus menangis tak kuat menahan kilaunya. Peluhmu akan mengucur deras karena tak sanggup menerima semerbak wanginya. Dan pada puncaknya, ragamu akan membatu saat menerima sengatan durinya.

Mawarku yang sendu. Mawarku yang lucu. Ingin rasanya kunikmati tiap jengkal pesona dan ranumnya mawarku itu tanpa adanya lagi sekat. Kucari cara agar dirinya tak terpaut oleh ruang dan waktu. Kubongkar kembali berbagai perkakas aneh yang telah kupendam lama di gudang rumahku. Kotak kaca yang kusimpan selama ini nampaknya cocok untuk mawar kesayanganku.

"Segala hal yang ada di dalam kotak kaca ini akan tetap abadi."

Tak masuk akal bukan? Setidaknya saat ini kupercaya pada tulisan kecil yang terpampang jelas pada kotak kaca itu. Kotak kaca usang yang sejak lama kusimpan untuk sebuah hal terindah yang ada dalam hidupku. Ku ingin mawarku abadi. Ku ingin menikmatinya tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Bahkan, hukum alam pun tak sanggup menyentuhnya. Mawar merahku yang manis. Mawar merahku yang abadi.

Kusimpan mawar merahku dalam kotak kaca yang usang itu. Kutempatkan pada sudut terbaik kamar tidurku. Dan tak terasa, segala keputusasaan ini cukup melelahkan ragaku. Kupandangi mawar merahku yang ranum itu dengan tatapan lembut yang tak pernah kuberikan pada siapapun.

Dini hari mulai berganti. Sang fajar mulai menampakkan jati diri. Lambat laun kesunyian kian menghilang. Tubuhku kian melayu seiring datangnya keramaian. Pandanganku mulai meredup. Hitam mendominasi. Rasa kaku mulai merajai. Kaki dan tangan rasanya sudah tak lagi kumiliki. Gelap.

Namun, mawarku tetap dapat kubayangkan. Mawar yang hanya tercipta untuk diriku seorang. Mawarku yang merah. Mawarku yang indah. Abadi.


Ruli Rukmana Sakti
Tembalang, 24 Maret 2020

Sabtu, 07 Maret 2020

Cerita Anak - Keledai dan Garam Muatannya



Selamat dini hari sobat Pancarobaku. Kali ini kami ingin berbagi cerita anak kembali untukmu. Semoga kamu senantiasa dapat bernostalgia kembali dengan cerita yang kami sampaikan. Selamat menikmati!

Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut.

Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai.

Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.

Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, dimana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri.

Tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang kerumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.

Cara yang sama tidak cocok digunakan untuk segala situasi.

Demikian sedikit cerita anak yang dapat kami sampaikan. Semoga kita bisa mengambil pesan yang terkandung di dalamnya. Terima kasih sudah berkunjung dan sampai jumpa di cerita berikutnya!

Jumat, 06 Maret 2020

Cerita Anak - Burung Merak dan Bangau



Selamat malam sobat Pancarobaku. Kali ini kami ingin berbagi lagi sedikit cerita anak yang mungkin bisa membuatmu nostalgia kembali. Cerita ini terbilang sangat singkat dan semoga kita bisa mendapatkan pesan yang terkandung di dalamnya ya. Selamat manikmati!

Suatu hari seekor burung merak yang berjalan dengan penuh keangkuhan bertemu dengan seekor burung bangau. Dan untuk membuat sang Bangau kagum, dia merentangkan bulunya yang indah di bawah sinar matahari.

"Lihat," katanya.

"Dapatkah kamu mengalahkan keindahan ku? Saya bermandikan kemewahan dan pelangi, sedangkan bulu mu kusam kelabu seperti debu!"

Sang Bangau merentangkan sayapnya lebar-lebar dan terbang jauh tinggi ke atas.

"Ikutilah saya kalau kamu bisa," Kata sang Bangau.

Tetapi sang Merak hanya bisa berdiri terpaku karena burung merak termasuk jenis burung yang tidak dapat terbang, sedangkan sang Bangau terbang melayang-layang di langit biru dengan bebasnya.

Kegunaan lebih berharga dan lebih penting dibandingkan hal yang bersifat hiasan.

Demikian sedikit cerita yang dapat kami sampaikan kali ini. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari sifat angkuh dan besar kepala. Terima kasih sudah berkunjung dan sampai jumpa di cerita berikutnya!

Rabu, 04 Maret 2020

Cerita Anak - Kelelawar dan Musang



Selamat pagi sobat Pancarobaku. Kali ini kami ingin memberikan sedikit cerita kecil yang mungkin bisa membuatmu sedikit bernostalgia kembali. Semoga kita senantiasa bisa mengambil pesan yang terkandung di dalam cerita ini ya kawan. Selamat menikmati!

Seekor kelelawar tanpa sengaja masuk ke dalam sarang seekor musang yang dengan cepat menangkapnya. Sang Kelelawar memohon-mohon agar dilepaskan, tetap sang Musang tidak mau mendengarkannya.

"Kamu adalah seekor tikus," katanya,

"Saya sangat membenci tikus. Setiap tikus yang saya tangkap, akan saya mangsa!"

"Tapi saya bukan seekor tikus!" teriak sang Kelelawar.

"Lihatlah sayapku, dapatkan seekor tikus terbang? Saya adalah seekor burung! mohon lepaskanlah saya!"

Sang Musang mengakui bahwa sang Kelelawar bukanlah seekor tikus sehingga melepaskannya pergi. Tetapi beberapa hari kemudian, kelelawar yang malang ini, tersesat lagi ke dalam sarang musang yang lain. Dan kebetulan musang ini bermusuhan dengan burung. Sang Musangpun menangkap dan bersiap untuk memangsa sang Kelelawar.

"Kamu adalah seekor burung," katanya, "dan saya akan memangsa kamu!"

"Mengapa kamu berkata begitu? semua burung memiliki bulu! Saya tidak memiliki bulu karena saya adalah seekor tikus."

Akhirnya sang Kelelawarpun selamat dari bahaya untuk kedua kalinya.

Tempatkanlah layarmu kemanapun angin bertiup. 
Sesuaikan dirimu dengan kondisi yang kamu alami.


Demikian cerita anak yang dapat kami sampaikan. Walaupun singkat, namun semoga kita senantiasa bisa mengambil intisari yang terkandung di dalamnya. Terima kasih sudah berkunjung dan sampai jumpa di artikel kami berikutnya.

Selasa, 03 Maret 2020

Cerita Anak - Angsa dan Telur Emas



Selamat pagi sobat Pancarobaku. Kali ini kami ingin berbagi lagi cerita masa kecil yang mungkin dapat membuatmu bernostalgia kembali. Mari kita simak ceritanya bersama dan ambil pesan yang ada di dalamnya ya! Selamat menikmati.

Dahulu kala, ada seorang petani yang memiliki seekor angsa yang sangatlah cantik, dimana setiap hari ketika petani tersebut mendatangi kandang angsa, sang Angsa telah menelurkan sebuah telur emas yang berkilauan.

Petani tersebut mengambil dan membawa telur-telur emas tersebut ke pasar dan menjualnya sehingga dalam waktu yang singkat petani tersebut mulai menjadi kaya. Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak-sabaran petani itu terhadap sang Angsa muncul karena sang Angsa hanya memberikan sebuah telur setiap hari.

Sang Petani merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.

Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala petani, gagasan bahwa dia akan mendapatkan semua telur emas sang Angsa sekaligus dengan cara memotong sang Angsa.

Tetapi ketika gagasan tersebut dilaksanakan, tidak ada sebuah telur yang dapat dia temukan, dan angsanya yang sangat berharga terlanjur mati dipotong.

"Barang siapa yang telah memiliki sesuatu dengan berlimpah, tetapi serakah dan menginginkan yang lebih lagi, akan kehilangan semua yang dimilikinya."

Demikian sedikit cerita ringan hari ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan untuk bersyukur atas nikmat yang kita miliki hari ini. Aamiin.

Terima kasih sudah berkunjung dan sampai jumpa di cerita berikutnya!